Cara Mengasah Kecerdasan Emosional Karyawan

Untuk bisa mendapatkan kekuatan itu, lo harus mampu menyeimbangkan emosi sehingga lo bisa ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Kemampuan berempati ini bisa didapatkan secara alami maupun melalui pelatihan. Memiliki kekuatan supranatural memang bisa dikatakan sebagai berkah tersendiri.

Misalnya, saat ia mulai merasa kurang percaya diri, ajak ia berkaca di depan cermin sambil berkata, “Aku pasti bisa,” atau, “Aku keren kok meski kulitku nggak putih! ” Selain itu, daripada mementingkan untuk tampil lebih kurus, lebih tinggi, atau berkulit lebih cerah, ajari Si Kecil untuk lebih memilih hidup sehat dengan olahraga dan makan sehat. Dengan begitu, Si Kecil akan merasa kerja kerasnya tidak sia-sia dan akan terbiasa untuk memberikan usaha terbaik dan tidak berfokus pada hasil. Memuji anak sebenarnya tidak hanya saat dia mendapatkan hasil yang memuaskan. Kalaupun awalnya belum berhasil, pujilah Si Kecil atas usahanya sehingga ia bisa bangga karena sudah mencoba. Dalam membantu Si Kecil menguasai hal yang baru, Bunda dapat memberinya contoh lebih dulu, lalu mengajaknya meniru Bunda dan mengulang.

Cara mengasah kemampuan diri sendiri

Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Jika kamu melakukan kesalahan, segera perbaiki dan minta maaf. Dalam kehidupan sehari-hari, ia mampu memotivasi, berkomunikasi dengan baik, dan meningkatkan kepercayaan diri orang lain. Etika kerja tak hanya kerja keras, juga memperhatikan kualitas pekerjaan, dapat diandalkan, bertanggung jawab, disiplin, dan punya tekad kuat. Orang dengan etika kerja cenderung produktif dan memiliki sikap positif. Tentu tak sedikit perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja seperti ini.

Alhasil, ketika suatu saat harus keluar, ia akan merasa asing dan takut. Di sisi lain, memang benar bahwa orang yang sangat empati bisa saja dimanfaatkan oleh orang manipulatif. Namun hal ini bisa dihindari dengan tetap bersikap terbuka pada perubahan dan perbedaan sehingga tak mudah “terbutakan”. Contoh sikap empati bisa dimulai dari hal-hal sederhana, tak selalu yang bersifat muluk-muluk dan fenomenal. Anak-anak bahkan sudah bisa menanamkan rasa empati lewat apa yang diajarkan orangtua atau orang terdekat mereka. Hal yang lebih rumit adalah menjaga agar sikap empati ini tidak luntur.

“Setiap orang memiliki potensi yang sama untuk sukses. Perbedaannya adalah seberapa besar motivasi mampu mengalahkan setiap hambatan.” •Dengarkan suara hatidan jangan pedulikan tanggapan orang lain. Jika kita sudah merasa memiliki sebuah keyakinan akan kemampuan tertentu, perkuat keyakinan itu hingga ke relung hati. Dan, jadikan itu sebagai titik tolak untuk mengasah kemampuan tersebut. Karena itu, jika keyakinan kita sangat kuat, jangan pedulikan hal-hal melemahkan yang sering dikatakan orang.