Belajar Saham Pemula

Jumlah investor individu terus meningkat di masa pandemi, jauh mengalahkan investor institusi. Dana menganggur dari pesangon ataupun tabungan mulai banyak digunakan untuk berinvestasi di pasar modal . Sayangnya, literasi dari para investor baru tersebut masih rendah, sehingga banyak yang terjebak ke dalam saham-saham yang secara basic kurang layak dijadikan instrumen investasi. Untuk tipe investor yang ingin terjun langsung, biasanya berarti akun dealer. Broker menawarkan jalur tercepat dan paling murah untuk membeli saham, dana, dan berbagai investasi lainnya.

Dalam UU tersebut, saham dikategorikan sebagai efek, sedangkan reksa dana diartikan sebagai wadah menghimpun dana yang diinvestasikan di portofolio efek. Yusuf juga mengatakan bahwa investasi saham ini dijalani dengan semangat belajar. “Jangan sampe sok tau, kejagoan, terus pake nafsu. Entar untung, lupa diri. Rugi nangis-nangis, saya ga pengen kawan-kawan begitu,” kata dia. Walaupun diversifikasi menurunkan potensi return karena uang ditempatkan di instrumen dengan return lebih rendah.

Anda harus belajar mencermati fluktuasi harga saham, tujuannya agar Anda mendapatkan keuntungan dari investasi saham karena Anda tahu kapan harus membeli dan menjual saham agar mendapat keuntungan yang maksimal. Walaupun memiliki risiko, masih banyak orang yang memilih untuk berinvestasi dalam beberapa bidang, salah satunya saham. Saham banyak dipilih karena dianggap mampu memberikan keuntungan yang besar dalam jangka panjang. Anda tertarik untuk ikut berinvestasi saham tetapi masih bingung bagaimana cara memilainya?

Sehingga kita harus pintar-pintar menganalisa saham mana yang berpotensi memiliki harga yang terus-menerus naik. Bagi pemula, tentunya akan mengharapkan harga saham terus melonjak, bukan? Namun jangan kaget jika harga saham mengalami penurunan yang bahkan terlihat sangat drastis.

Memperlajari saham

Itulah sejumlah saran yang bisa BUMNInfo sampaikan untuk para investor yang baru berkecimpung dalam dunia bursa. Tetap berhati-hati dalam setiap pundi yang dikeluarkan untuk investasi, agar kelak investor mampu mendulang banyak keuntungan dari saham yang ditanam. Kendati begitu, investor juga diimbau untuk tidak terlalu sering mengecek fluktuasi harga saham. Hal ini diingatkan agar tidak mengganggu aktivitas pokok inbestor sekaligus menjaga psikologinya, karena harga saham mampu menguras pikiran. Tetap berinvestasi, tapi juga harus tetap sehat jiwa dan raganya. Saham biasanya mempunyai kecenderungan untuk tetap naik atau bertahan, semakin naik harga sebuah lembar saham maka keuntungan akan turut naik.